Belanja produk fashion original hingga kecantikan dan terlengkap di ZALORA. Dapatkan diskon hingga penawaran harga murah khusus untukmu!
Dior selalu menjadi salah satu rumah mode paling dinanti setiap kali koleksi barunya dirilis, dan Dior SS26 (Spring Summer 2026) yang ditangani oleh Jonathan Anderson tidak mengecewakan. Koleksi ini membuktikan sekali lagi bahwa Dior mampu menyeimbangkan warisan klasiknya dengan sentuhan kreativitas kontemporer yang segar dan tidak terduga. Bukan sekadar soal busana musim panas saja. Tetapi bagaimana setiap potongan, detail, dan siluet bercerita tentang bagaimana mode bisa relevan, elegan, namun tetap berani tampil berbeda. Warna-warna musim semi yang cerah berpadu dengan struktur tailoring yang tajam.
Sebagai fashion enthusiast, mengamati koleksi Dior Spring Summer 2026 berarti membuka jendela ke masa depan mode. Sambil menelusuri setiap desain yang ditampilkan, terlihat jelas upaya Anderson untuk menciptakan sesuatu yang tidak hanya indah dilihat, tetapi juga relevan dengan gaya hidup masa kini. Artinya, koleksi ini bukan hanya memukau di runway, tetapi juga punya potensi tinggi untuk menjadi inspirasi outfit musim ini.
Yuk, intip beberapa desain Dior 2026 Spring Summer 2026 by Jonathan Anderson berikut ini!
Baca Juga : Daftar Golongan Affordable Luxury Brands
Desain Dior SS26 Spring Summer 2026
Motif floral untuk musim semi terasa begitu hidup saat ditafsirkan ulang oleh Jonathan Anderson. Untuk pertama kalinya, ia mempersembahkan koleksi Couture bagi Dior. Menghadirkan sebuah visi yang memberi energi baru sekaligus perspektif segar bagi rumah mode legendaris tersebut.
Berpijak pada inspirasi dunia alam, koleksi ini mengalir melalui ragam bunga, garis-garis organik, hingga tas tangan dengan siluet menyerupai pahatan. Anderson dengan halus mempertemukan dunia Haute Couture dan sistem alam. Alih-alih menjadikan couture sekadar pertunjukan visual, ia menghidupkannya sebagai sebuah ekosistem, ruang di mana dua dunia berpadu tanpa batas yang tegas.
Dalam debutnya ini, Anderson kembali menelusuri ketertarikannya pada objek-objek yang merekam jejak waktu. Fosil, tekstil abad ke-18, hingga miniatur potret tidak diposisikan sebagai artefak bernilai historis semata. Melainkan ditata ulang sebagai elemen kreatif yang seolah keluar dari sebuah kabinet keajaiban.
Momen peralihan kreatif pun terasa puitis. Mantan Creative Director, John Galliano, menghadiahkan rangkaian bunga cyclamen segar kepada Anderson. Bunga tersebut kemudian menjelma menjadi elemen yang mekar di seluruh koleksi. Hadir dalam balutan sutra lembut, berpadu dengan detail bulu berlapis dari chiffon dan organza yang dicacah halus. Untuk pertama kalinya pula, tas bertailoring moulded memasuki ranah Haute Couture Dior, diwujudkan dalam bentuk kepik dan lebah skulptural yang menghadirkan sentuhan fantasi dalam bentuk nyata. Sebuah langkah pembaruan yang terasa relevan dan menyegarkan bagi perjalanan couture Dior ke depan.
Koleksi Dior SS26 Spring Summer 2026
Lewat styling yang cermat memadukan nuansa formal dan sentuhan casual, Jonathan Anderson menghadirkan rekonstruksi yang halus namun signifikan atas sejarah panjang Dior. Ia tidak sekadar mengutip arsip, melainkan membedahnya secara mendalam, dari pemilihan material, konstruksi busana, hingga eksplorasi siluet.
Nostalgia yang ia suguhkan terasa cerdas dan terukur; bukan hanya bentuk penghormatan bagi para pendahulunya, tetapi juga sebuah tafsir baru mengenai bagaimana formalisme dapat diterjemahkan dalam konteks mode masa kini.

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior
Peragaan dibuka dengan deretan jas berpotongan hourglass silhouette yang tegas menyempit di bagian pinggang, menciptakan struktur yang kuat. Siluet ini jelas merujuk pada Bar Jacket legendaris yang pertama kali diperkenalkan Christian Dior pada tahun 1947 sebagai simbol revolusi New Look untuk perempuan.
Di tangan Anderson, ikon tersebut dihidupkan kembali dengan pendekatan yang lebih maskulin dan kontemporer. Proporsinya diperbarui, sikapnya lebih relaxed, namun tetap mempertahankan esensi arsitektural yang menjadi DNA Dior.

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior
Tak berhenti di situ, Anderson juga menghadirkan cargo pants yang secara sekilas tampak santai dan effortless di bagian depan. Namun, di balik tampilannya yang laid-back, tersimpan referensi historis yang mendalam. Delft Dress tahun 1948, gaun dengan struktur lipatan bertumpuk dramatis di bagian belakang. Detail ini menjadi bukti betapa Anderson benar-benar memahami arsip Dior secara menyeluruh dan mampu mentransformasikannya ke dalam konteks menswear tanpa kehilangan relevansi maupun karakter aslinya.

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior
Keunggulan koleksi ini juga terletak pada cara Anderson mengolah formalitas agar terasa kontekstual dengan gaya hidup modern. Ia memadukan tailoring klasik dengan elemen-elemen yang lebih santai seperti denim, cropped suits, patterned vest, sneakers, hingga cargo. Perpaduan ini menciptakan dialog antara disiplin struktural khas couture dan kebebasan berekspresi ala streetwear.
Baca Juga : Sejarah Yves Saint Laurent (YSL) Brand Desainer Mewah
Koleksi Aksesoris Dior SS26
Untuk lini aksesori, Anderson pun tidak melupakan identitas pribadinya. Ia memberi sentuhan penghormatan pada akar Irlandianya dengan mengolah ulang Dior Tote rancangan Maria Grazia Chiuri menjadi versi yang lebih quirky dan penuh karakter. Referensi pada Dracula karya Bram Stoker yang juga berasal dari Irlandia menjadi detail menarik yang memperkaya narasi koleksi. Elemen ini menunjukkan bagaimana Anderson mampu menjalin benang merah antara sejarah Dior dan latar kulturalnya sendiri.

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior

Source: Dior
Selain menghadirkan kesinambungan historis, Anderson juga sukses merancang potongan-potongan yang minimalis, timeless, dan sangat wearable. Bahkan tanpa layering styling yang kompleks, item seperti t-shirts, jackets, hingga v-neck sweaters dengan logo Dior yang subtle sudah memiliki daya tarik komersial yang kuat. Desainnya clean, presisi, dan mudah diadaptasi ke berbagai gaya personal. Hal ini membuktikan bahwa koleksi ini bukan hanya konseptual, tetapi juga relevan untuk pasar.
Secara keseluruhan, debut Jonathan Anderson di Dior terasa seperti awal babak baru yang menjanjikan. Ia tidak hanya menunjukkan rasa hormat yang mendalam terhadap warisan rumah mode tersebut. Tetapi juga membawa sudut pandang segar yang sarat kecerdasan visual dan keberanian interpretatif. Sebuah langkah yang menegaskan bahwa Dior siap bergerak maju tanpa pernah melupakan akarnya.
Baca Juga : Daftar Quiet Luxury Brands, Favorit Old Money
Itulah beberapa koleksi Dior SS26 Spring Summer 2026 by Jonathan Anderson. Mana koleksinya yang menarik perhatin kamu ZALORAns?
Mau cari berbagai koleksi Dior terbaru dan asli 100% dengan harga lebih murah? Cek koleksi selengkapnya hanya di ZALORA! Dapatkan promo spesial yang menarik untukmu!

Penulis: Fitrian Nurentama


