Belanja produk fashion original hingga kecantikan dan terlengkap di ZALORA. Dapatkan diskon hingga penawaran harga murah khusus untukmu!
Olahraga adalah wujud dari semangat untuk mencapai prestasi, dimana setiap cabang memiliki tantangannya sendiri. Salah satu cabang olahraga adalah lempar lembing, sebuah olahraga yang menguji kekuatan, ketepatan, serta teknik dari setiap atlet yang berpartisipasi.
Lapangan lempar lembing sendiri memiliki aturan yang spesifik, dengan jarak yang harus diukur secara teliti. Dalam artikel ini, ZALORA akan membahas lebih dalam tentang lapangan lempar lembing, aturan yang berlaku, serta teknik-teknik yang harus dikuasai oleh setiap atlet untuk meraih performa terbaik mereka. Yuk, intip selengkapnya berikut ini!
Baca juga : Sejarah Kok Bulu Tangkis dan Karakteristiknya
Ukuran Lapangan Lempar Lembing
Source: Detik Sport
1. Lintasan Awal
Lintasan awal memiliki lebar 4 meter dan panjang yang bervariasi antara 30 hingga 36,5 meter. Ia berfungsi sebagai tempat atlet berlari sebelum melempar lembing. Garis selebar 5 cm membatasi bagian akhir lintasan untuk menandakan akhir dari jarak yang harus ditempuh sebelum melakukan lemparan.
Di luar lintasan, terdapat perpanjangan batas garis akhir yang memanjang sepanjang 75 cm di sisi kanan dan kiri lintasan. Menjadikan total panjang lintasan awal sekitar 1,5 meter lebih panjang.
2. Lengkung Lemparan
Lengkung lemparan adalah area yang menandakan batas dari lemparan lembing oleh atlet. Batas ini berupa busur dengan panjang jari-jari 8 meter yang dibatasi oleh kayu atau logam selebar 7 cm yang dicat putih. Dalam prakteknya, lengkung ini menjadi patokan agar lembing tidak terlempar melewati area yang seharusnya. Atlet harus melempar lembing di dalam area ini untuk dianggap sah.
3. Sektor Lemparan
Sektor lemparan adalah area di mana lembing mendarat setelah dilempar. Terbentuk oleh dua garis yang ditarik dari titik pusat lengkung lemparan dengan sudut 30 derajat, sehingga membentuk sebuah sektor berbentuk irisan. Tebal garis sektor yang terbentuk ini adalah 5 cm dan setiap lemparan yang mendarat di dalam sektor ini akan dihitung sebagai lemparan yang sah. Sektor lemparan ini menjamin bahwa setiap lemparan yang dilakukan tercatat dengan akurat.
Peraturan Lempar Lembing
1. Posisi Pegangan Lembing
Atlet harus memegang lembing tepat pada bagian pegangannya saat melakukan lemparan. Selain itu, lembing harus dilemparkan di atas bahu atau bagian paling atas dari tubuh atlet. Menggunakan teknik lempar selain yang telah ditentukan dalam peraturan tidak diperbolehkan.
2. Lemparan Tidak Sah
Lemparan dianggap tidak sah jika bagian mata lembing (ujung tajam) tidak menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum bagian lembing lainnya. Hal ini untuk memastikan bahwa lembing benar-benar mendarat dengan cara yang sesuai dan sesuai dengan standar teknis.
3. Sentuhan Wilayah Badan Garis Lempar
Lemparan akan dianggap tidak sah jika atlet menyentuh wilayah badan garis lempar atau garis perpanjangan. Hal ini berarti bahwa atlet harus tetap berada dalam batas lintasan yang telah ditentukan.
4. Larangan Memotong Garis Awalan
Ketika hendak memulai lemparan, atlet tidak diperbolehkan untuk memotong garis lintasan awal. Garis ini berfungsi sebagai batas yang jelas mengenai area yang harus ditempuh atlet sebelum melakukan lemparan.
5. Posisi Tubuh Saat Lemparan
Selama lembing tengah melaju setelah dilempar, atlet tidak boleh membelakangi sektor lemparan dengan cara memutar tubuh. Atlet harus menjaga posisi tubuh agar tetap menghadap area sektor lemparan dan memastikan lemparan sah tercatat.
6. Menjaga Jalur Awalan
Atlet tidak diperkenankan untuk meninggalkan jalur awalan sebelum lembing yang dilemparkan benar-benar menyentuh tanah. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar lemparan dihitung dengan akurat sesuai aturan yang berlaku.
Baca juga : Daftar Pemain Sepak Bola Naturalisasi Indonesia
Teknik Olahraga Lempar Lembing
1. Pegang Lembing dengan Benar
Source: Kompas
2. Teknik Pegangan Amerika (Nomor 1 Pada Gambar)
Teknik pegangan Amerika ditandai dengan lilitan tali yang dikaitkan pada ibu jari dan jari telunjuk. Sementara itu, tiga jari lainnya, yaitu jari tengah, manis, dan kelingking menggenggam kuat bagian tubuh lembing. Teknik ini memberikan kekuatan pada pegangan serta kontrol lebih baik saat lembing dilemparkan, terutama pada kecepatan dan akurasi.
3. Teknik Pegangan Finlandia (Nomor 2 Pada Gambar)
Pada teknik pegangan Finlandia, atlet mengaitkan jari tengah dan ibu jari pada lilitan tali lembing, sementara jari telunjuk lurus di samping lembing. Jari manis dan kelingking berfungsi untuk menekan kuat bagian tubuh lembing menuju telapak tangan. Teknik ini sangat populer karena dapat memberikan stabilitas dan keseimbangan saat melempar, serta kontrol maksimal pada arah lemparan.
4. Teknik Pegangan Menjepit / Tang (Nomor 3 Pada Gambar)
Teknik menjepit (tang) melibatkan pengaitan jari tengah dan telunjuk pada lilitan tali. Sementara ibu jari, jari manis, dan kelingking menggenggam bagian tubuh lembing dengan kuat. Teknik ini memastikan pegangan yang kokoh dan stabil pada lembing, memberikan kekuatan serta kontrol yang baik saat melakukan lemparan, serta meningkatkan jarak yang dapat dicapai lembing.
5. Arahkan Lembing di Dekat Kepala
Sebelum memulai lemparan, angkat lembing setinggi bahu hingga sejajar dengan kepala, dengan ujungnya sedikit mengarah ke bawah atau sejajar dengan tanah. Arahkan siku sedikit ke depan dan pastikan otot lengan tetap sejajar dengan dasar. Selanjutnya, arahkan telapak tangan ke langit, sehingga lembing dapat bertumpu dengan stabil dan mempersiapkan gerakan lemparan yang kuat dan terkontrol.
6. Approach Run
Setelah lembing berada pada posisi yang benar, atlet dapat memulai approach run. Mulailah berlari menuju target dengan lembing di tangan. Bagi pemula, disarankan untuk melakukan approach run sekitar 9 hingga 14 langkah, sementara atlet profesional biasanya melakukan 14 hingga 20 langkah untuk mendapatkan kecepatan dan momentum yang optimal sebelum melakukan lemparan.
7. Transisi
Ada transisi yang harus dilakukan oleh atlet antara berlari dan bersiap untuk melempar lembing yang dikenal dengan istilah cross-over. Saat memasuki fase ini, atlet perlu menarik lembing sedikit ke belakang hingga ujungnya sejajar dengan pelipis. Pastikan kaki kanan tetap dekat dengan tanah dengan tumit kanan menyentuh permukaan tanah untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas sebelum melakukan lemparan.
8. Melempar Lembing
Pastikan siku tetap tinggi saat memutar lengan ke belakang untuk melepaskan lembing. Dalam posisi ini, titik pelepasan lembing harus berada di depan kaki yang menjejak dengan lembing dilepaskan dalam posisi yang optimal untuk mencapai jarak lemparan yang maksimal.
Rekomendasi Sepatu Olahraga Lari Terbaik
1. Journey Run Womenโs Road Running Shoes by Nike
Source: ZALORA
2. Switch Run Running Shoes by Adidas
Source: ZALORA
Baca juga : Daftar Nama Atlet Badminton Indonesia Terkenal dan Tersukses
Nah, itulah ukuran lapangan, teknik, dan peraturan dalam cabang olahraga lempar lembing yang perlu kamu ketahui.
Mau cari berbagai koleksi sepatu olahraga yang berkualitas dengan harga terjangkau? Cek koleksi selengkapnya hanya di ZALORA! Dapatkan promo spesial yang menarik untukmu!

Penulis: Fitrian Nurentama