Belanja produk fashion original hingga kecantikan dan terlengkap di ZALORA. Dapatkan diskon hingga penawaran harga murah khusus untukmu!
Film thriller psikologis selalu punya cara unik untuk menarik perhatian, mulai dari alur yang penuh teka-teki hingga konflik emosional yang terasa begitu dekat dengan realita. The Housemaid menjadi salah satu film yang berhasil menghadirkan kombinasi tersebut dengan sangat intens.
Berlatar kehidupan keluarga kaya yang tampak sempurna dari luar. Film ini mengajak penonton melihat bagaimana kehadiran seorang asisten rumah tangga justru membuka lapisan cerita yang tak terduga. Ketegangan tidak langsung meledak di awal. Tetapi dibangun secara perlahan melalui tatapan, gestur, dan situasi yang semakin lama terasa semakin tidak nyaman. Inilah yang membuat The Housemaid begitu memikat. Setiap adegan seperti menyimpan petunjuk kecil yang membuat rasa penasaran terus meningkat.
Lalu, seperti apa sebenarnya cerita di balik rumah megah yang terlihat tenang itu? Sebelum memutuskan untuk menontonnya, simak dulu review dan sinopsis lengkap The Housemaid berikut ini!
Baca Juga : Rekomendasi Film Plot Twist Terbaik Wajib Ditonton
Sinopsis Film The Housemaid
Film ini diperkuat oleh akting Amanda Seyfried yang sebelumnya memikat lewat Mamma Mia! serta Sydney Sweeney yang mencuri perhatian di Anyone But You. The Housemaid hadir sebagai film thriller psikologis yang diangkat dari novel best-seller karya Freida McFadden. Adaptasi ini langsung menarik rasa penasaran, apalagi kursi sutradara ditempati Paul Feig, nama yang dikenal lewat sentuhan misterius dan penuh twist dalam A Simple Favor. Dengan rekam jejak tersebut, wajar jika sejak awal penonton sudah menaruh harapan tinggi. Pertanyaannya, mampukah Feig menerjemahkan ketegangan dan kompleksitas cerita dari halaman novel ke layar lebar dengan hasil yang benar-benar memuaskan?
Untuk memperkuat alur cerita, Feig bekerja sama dengan penulis skenario Rebecca Sonnenshine, sosok di balik proyek populer seperti The Vampire Diaries dan The Boys. Film ini kemudian membawa penonton masuk ke sebuah mansion megah yang berdiri di kawasan upstate New York.

Source : Cinema Go
Rumah tersebut dihuni oleh keluarga Winchester. Keluarga ini terdiri atas Nina (Amanda Seyfried) dan Andrew (Brandon Sklenar). Mereka adalah pasangan kaya yang sekilas tampak memiliki kehidupan sempurna, lengkap dengan putri kecil mereka, Cecilia (Indiana Elle). Dari luar, keluarga ini terlihat seperti potret kebahagiaan, mapan, harmonis, dan jauh dari masalah. Namun, kesempurnaan itu perlahan terasa seperti topeng yang menutupi sesuatu yang jauh lebih gelap.

Ketegangan mulai terasa ketika Millie (Sydney Sweeney), seorang perempuan muda dengan masa lalu rumit, hadir dalam kehidupan mereka. Setelah menjalani hukuman penjara selama satu dekade dan akhirnya mendapatkan pembebasan bersyarat, Millie berusaha menata ulang hidupnya. Kesempatan itu datang saat Nina menawarkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang mengharuskannya tinggal di dalam rumah tersebut.
Awalnya, pekerjaan itu tampak seperti jalan baru menuju kehidupan yang lebih stabil. Tetapi semakin lama menetap di sana, Millie mulai menyadari bahwa rumah mewah itu tidak seindah yang terlihat. Sikap Nina yang sulit ditebak, serta dinamika keluarga yang penuh tekanan perlahan menjeratnya ke dalam pusaran rahasia, manipulasi, dan permainan psikologis yang berbahaya. Tanpa disadari, Millie seperti berjalan di lorong tanpa pintu keluar, semakin dalam menggali kebenaran, semakin besar pula risiko yang harus ia hadapi.
Review Film The Housemaid

Film ini berhasil menerjemahkan ketegangan dari novel thriller karya Freida McFadden ke dalam bentuk visual yang intens. Sejak menit-menit awal, penonton langsung diajak masuk ke kehidupan keluarga Winchester, sekaligus dibuat penasaran dengan berbagai kejanggalan yang perlahan akan dialami Millie.
Rasa curiga yang dibangun sejak awal membuat penonton sulit berpaling, seolah dipaksa tetap fokus mengikuti setiap detail dalam thriller psikologis ini. Kekuatan film ini juga terasa dari chemistry Amanda Seyfried dan Sydney Sweeney. Interaksi keduanya memberi warna tersendiri sekaligus menjaga ritme cerita tetap menarik. Sydney bahkan berperan besar dalam menghadirkan nuansa erotic thriller yang berani. Semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu aktris paling mencuri perhatian dalam beberapa tahun terakhir.
Alur cerita bergerak cukup pelan, tetapi masih terasa hidup dan tidak benar-benar stagnan. Memang ada beberapa adegan yang terkesan terlalu panjang atau pengambilan gambar yang sebenarnya bisa diringkas agar film terasa lebih padat. Meski begitu, atmosfer gelisah sudah terasa sejak awal dan terus terjaga sepanjang cerita.
Soal plot twist, penyajiannya cukup rapi. Pembaca novel atau penonton yang terbiasa dengan cerita penuh permainan psikologis mungkin bisa menebak arah ceritanya. Namun Feig tetap mampu merangkai alur yang dinamis tanpa merusak pondasi cerita, sekaligus menyiapkan kejutan yang terasa pas menjelang akhir film.
Film ini memang ditujukan untuk penonton dewasa, dan beberapa adegan kabarnya mengalami pemotongan untuk penayangan di Indonesia. Meski begitu, inti cerita tetap tersampaikan dengan jelas. Tema kekerasan dalam rumah tangga hingga rapuhnya posisi seorang “trophy wife” di balik bayang-bayang pria yang tampak sempurna digambarkan dengan cukup kuat.
Bagi yang belum membaca novelnya atau jarang menonton thriller, The Housemaid terasa seperti perjalanan emosi yang naik turun. Sepanjang film, penonton terus diajak menebak, siapa sebenarnya yang paling berbahaya? Millie, Nina, atau justru Andrew?
Awalnya, cerita sempat memberi kesan akan mengarah pada drama perselingkuhan, tetapi dugaan itu cepat terpatahkan. Film ini ternyata berbicara tentang manipulasi, trauma, dan rahasia berlapis yang perlahan terkuak. Karakter Millie tampil tangguh dan penuh kejutan, sementara Nina sukses menghadirkan ketegangan setiap kali muncul di layar.
Amanda Seyfried berhasil membawakan sosok Nina sebagai karakter yang dingin, tidak stabil, sekaligus intimidatif, dengan perkembangan emosi yang terasa meyakinkan. Di sisi lain, Sydney Sweeney menunjukkan kemampuan akting yang lebih luas, menghidupkan Millie yang awalnya tampak polos, lalu perlahan memperlihatkan sisi gelap yang mengejutkan. Latar belakang Millie pun menjadi salah satu sumber ketegangan terbesar dalam film ini.
Sepanjang durasi, film ini seperti sengaja memanipulasi penonton untuk terus mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di balik dinding mansion keluarga Winchester. Bagi yang pernah menonton A Simple Favor, pola khas Paul Feig masih terasa, tetapi kali ini dikemas dengan nuansa yang lebih tegang sekaligus lebih fun.
Secara keseluruhan, The Housemaid adalah thriller psikologis yang menegangkan dan cukup memuaskan. Bukan tanpa kekurangan, tetapi tetap menawarkan pengalaman menonton yang seru. Pilihan menarik untuk dinikmati, terutama bagi pecinta cerita penuh misteri dan permainan pikiran.
Baca Juga : Rekomendasi Film Balas Dendam Terbaik
Itulah review dan sinopsis film The Housemaid yang menarik untuk ditonton bersama dengan teman atau pasangan. Apakah kamu tertarik?
Mau cari berbagai dress wanita model terbaru dan berkualitas dengan harga terjangkau? Cek koleksi selengkapnya hanya di ZALORA! Dapatkan promo spesial yang menarik untukmu!

Penulis: Fitrian Nurentama


